Pancasila Sebagai Tujuan Hidup Dan Pertahanan NKRI

MEDAN (Berita): Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Syamsul Arifin SE mengaku khawatir dengan kondisi mental generasi muda saat ini. Sebab, ada gejala bahwa kecintaan terhadap Pancasila sebagai dasar dan falsafah negara semakin jarang diperingati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari oleh generasi saat ini.

“Pancasila yang telah berakar dan digali dari budaya bangsa Indonesia telah menjadi dasar negara, pandangan hidup dan kepribadian bangsa Indonesia bahkan sebagai pertahanan terhadap keutuhan NKRI.
Karenanya Pancasila mutlak untuk dilestarikan, dibina dan dikembangkan nilai-nilainya oleh seluruh elemen bangsa, khususnya generasi penerus bangsa,” ucap Gubsu disampaikan Asisten Hukum dan Sosial Setdaprovsu Drs H Rahudman Harahap MM ketika membuka Saresehan Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Aula Martabe Kantor Gubernur Sumut Medan, Selasa [14/10].

Rahudman menegaskan, dengan merujuk tema peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2008, yakni “Dengan Memaknai dan Melaksanakan Kesaktian Pancasila, Kita Wujudkan Semangat Indonesia Bisa” diharapkan bisa menumbuhkan kecintaan di hati sanubari generasi penerus bangsa akan perjuangan para pahlawan revolusi dalam mempertahankan keutuhan Pancasila.

Diakui, melalui tema kali ini, seluruh elemen bangsa diminta mampu mengatasi berbagai kesulitan dalam membangun dan mensejahterakan rakyat sebagaimana dikehendaki Pancasila.

“Karenanya, melalui sarasehan ini, kiranya dapat memberikan semangat dan motivasi kepada kita agar Pancasila benar-benar kita hayati, kita amalkan untuk dijadikan sebagai tujuan hidup guna menegakkan dan mempertahankan NKRI,” tegasnya.

Acara sarasehan yang dipandu moderator Jaramen Purba dari Badan Infokom Sumut itu menampilkan nara sumber seperti Kolonel (Purn) H Karseno dari DHD 45 Sumut, Safwan Hadi dari Forum Eksponen 66 Sumut, Drs H Muhammad TWH dari LVRI Sumut, dan Kolonel (Purn) Bachtiar Sonar Siregar dari DPD Pepabri Sumut.

Acara juga dihadiri unsur Muspida Sumut, perwakilan DPRD Sumut, para pejabat TNI dan Polri, pimpinan Organisasi Pejuang Sumut dan Organisasi Kepemudaan Sumut, serta para pelajar.

Dalam ceramahnya, H Karseno menegaskan, bahwa Pancasila merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi oleh seluruh bangsa Indonesia. Namun, dalam implementasi sehari-hari oleh generasi penerus bangsa, H Karseno mendapati adanya kecenderungan melunturnya nilai-nilai penghayatan dan pengamalan Pancasila.

“Contohnya, setiap tanggal 30 September dan 1 Oktober sekarang ini, sudah sangat jarang rumah-rumah penduduk menaikkan bendera setengah tiang dan setiang penuh. Ini menandakan gejala melunturnya semangat mencintai dan menghayatai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi penerus bangsa,” tukasnya.

H Karseno tak menampik bahwa dirinya sangat khawatir dengan kondisi mental generasi muda penerus bangsa Indonesia saat ini. “Jika waktu orde lama dan orde baru dulu, semangat memahami dan mencintai Pancasila itu masih kokoh, kini di era reformasi justru semakin memudar. Karenanya, hal ini harus dibenahi, agar Pancasila yang kesaktiannya sudah terbukti dan teruji, tidak hilang dari ibu pertiwi,” katanya. (lin)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: