YAHUDI, Sejarah dan Perkembangannya

YAHUDI

Sejarah dan Perkembangannya *)

A. Sejarah Singkat Yahudi

Bangsa yahudi yang ada sekarang ini bisa dibagi menjadi dua golongan, yaitu Yahudi semitik dan Yahudi Ezkinaz. Adapun asal usul Yahudi Semitik sendiri masih dipersengketakan oleh sejarawan. Sebagian berpendapat, mereka adalah keturunan Nabi Ibrahim. Beliau berhijrah dari kota Aur disebelah selatan Mesopotamia, menuju ke Khurran di Syiria. Disinilah ayah Nabi Ibrahim meninggal dunia. Kemudian nabi Ibrahim berpindah lagi menuju bumi Khananiah sekitar tahun 2000 SM. Diantara keturunan beliau adalah nabi Ya’kub, yang diberi gelar Israel, sehingga anak cucunya kelak dipanggil dengan Bani Israel. Diantara keturunan Ya’kub (Israel) adalah nabi Yusuf yang pernah menjabat semacam menteri Pertanian Mesir, sehingga anak cucu Ya’kub (bani Israel) berdiam di Mesir hingga masa Nabi Musa a.s. Beliau inilah yang mengajak Bani Israel keluar dari Mesir, untuk menyelamatkan diri dari penindasan Fir’aun menuju negeri Palestina.

Ketika Nabi Musa as. wafat, mereka belum bisa memasuki pintu wilayah Palestina. Pada masa Nabi Daud, mereka bisa memasuki tanah Palestina dari Sinai, dan menguasai Yerussalem kira-kira pada tahun 2000 SM. Namun mereka juga belum bisa menguasai seluruh wilayah Palestina. Pada masa pemerintahan Nabi Sulaiman putra Daud, kerajaan mereka terbagi menjadi kerajaan kecil-kecil. Dan kerajaan purba inilah yang sekarang dijadikan alasan historis untuk mengkalim sahnya negara Yahudi di Palestina sekarang. Padahal kerajaan Yahudi dalam sejarah Nabi Daud dan Nabi Sulaiman tidak lebih dari sebuah kota dan desa-desa disekelilingnya. Hanya karena kebiasaan saja, bangsa Yahudi memanggil pemimpinnya dengan sebutan Raja.

Di antara kerajaan tersebut yang terkenal adalah kerajaan Samaria dan kerajaan Yahuda. Raja Sargaus dari Yunani pernah menyerbu negeri Samaria pada tahun 576 SM. Sedangkan Raja nebuchadnessar II dari Babilonia menyerbu kerajaan Israel yang ibu kotanya Yerusalem, kemudian menghancurkan Kuil Sulaiman. Orang-orang Yahudi ditawan dan digiring ke Babilonia. Kemudian disinilah para tokoh Yahudi membesarkan hati kaumnya dengan konsep Janji Tuhan dan Bumi Nenek Moyang. Sejak itu, dalam perjalananya mereka selalu berusaha untuk kembali ke Palestina dengan berbagai cara dan upaya. Namun mereka selalu menemui kegagalan, meskipun telah mencoba berkali-kali. Bahkan akibatnya justru membuat mereka bertambah ketat dibawah pengawasan penguasa. Tidak jarang kekejaman penguasa menjadi penderitaan rutin yang mereka alami, dan mengakibatkan kegiatan-kegiatan eksodus dan diaspora orang-orang Yahudi makin meluas keseluruh penjuru bumi untuk menyelamatkan diri. Dari tanah Babilonialah para pemuka Yahudi menemukan ide dan konsep Bumi Yang Dijanjikan dan konsep Bangsa Pilihan Tuhan, dengan harapan ide semacam itu akan bisa melestarikan persatuan dan kemurnian RasYahudi, dan untuk mengembalikan kepercayaan diri bangsa Yahudi.

Dari kilasan fakta diatas kita bisa melihat, bagaimana bangsa Yahudi sepanjang sejarah mengendalikan perkumpulan rahasia, yang dikembangkan dengan getol untuk mewujudkan cita-cita mereka. Makin lama perkumpulan rahasia itu berkembang mirip dengan pemerintahan terselubung, yang dikendalikan oleh tokoh-tokoh Yahudi Internasional, yang berdiam diberbagai penjuru dunia. Bangsa Yahudi mempunyai keyakinan bahwa bangsa lain adalah ‘Goya’, atau Gentle dalam bahasa arabnya ‘Umamy’ yang berarti bangsa lain itu diciptakan Tuhan untuk keperluan/kepentingan bangsa Yahudi belaka, sebagai bangsa pilihan Tuhan.

Kemudian, pada tahun 160 M Palestina dan wilayah Syam lainnya dikuasai oleh kerajaan Romawi. Rajanya, yaitu raja Herod Agung (40-4 SM) membangun istana dan juga membangun Kuil Sulaiman kembali, disamping memberikan kebebasan kepada penduduk Yahudi. Namun pada tahun 77 M raja Titus bertindak keras terhadap orang Yahudi, karena mereka mengadakan pemberontakan dan kekacauan dinegeri itu, sehingga kota Yerusalem hancur. Kemudian raja mengeluarkan peraturan yang melarang orang Yahudi berdiam di Yerusalem atau berziarah ke kuil Sulaiman. Sampai beberapa abad kemudian bangsa Romawi itu tetap bercokol hingga ditaklukan oleh kaum Muslimin. Kemudian penduduk asli setempat masuk agama Islam. Mereka adalah bangsa Arab yang merupakan mayoritas penduduk bumi Palestina, sampai awal abad ke 20 ini.

B. Bangsa Israel

Sebagai akibat wajar dari keyakinan bangsa Yahudi dan perasaan hidup dalam ketidakpastian selama sejarah mereka, ditambah lagi dengan adanya keyakinan bahwa bangsa Yahudi adalah ‘Bangsa Pilihan Tuhan’, maka mereka selalu mengandalkan taktik subversif, dan menciptakan suasana kacau di negeri-negeri dimana mereka berdiam. Dalam sejarah, mereka dikenal sebagai golongan yang terorganisasi rapi dan rahasia, sehingga banyak peristiwa sejarah yang didalangi oleh orang-orang Yahudi. Mereka sangat membenci bangsa lain (gentles) terutama pemerintahan kuat yang lahir dalam sejarah. Mereka tidak ragu-ragu untuk menggunakan segala cara untuk memperoleh keinganan mereka walaupun untuk itu mereka harus mengorbankan agama mereka. Salah satu bentuk perjuangan mereka seperti tertera dalam isi surat yang disiarkan oleh majalah riset Yahudi Perancis tahun 1880 sebagai berikut :

Pada tanggal 13 Januari 1489, Shamur seorang pendeta Yahudi di kota Orles menulis surat kepada masyarakat Yahudi Istambul, minta pandangan berkenaan dengan situasi gawat yang dialami oleh masyarakat Yahudi di Perancis. Dijelaskan bahwa orang-orang Prancis di kota Aix, Arles, dan Marsillesmengancam keberadaan tempat-tempat ibadah (synagogues). Shamur bertanya apa yang harus dilakukan. Surat itu dijawab :

“ Saudara-saudara, dengan rasa sedih pengaduan kalian kami pelajari. Derita nasib buruk yang kalian alami membuat kami ikut bersedih. Kalian mengadukan, bahwa raja Perancis telah memaksa kalian memeluk agama Nasrani, dan kalian sulit menentang perintah paksaan itu. Maka masuklah agama Nasrani. Tetapi harus diingat, bahwa ajaran Musa harus tetap kalian pegang erat-erat dalam hati sanubari. Ummat kristen memerintahkan supaya kalian menyerahkan harta benda kalian. Laksanakanlah. Selanjutnya didiklah putra-putri kalian menjadi pedagang dan pengusaha yang tangguh, agar pelan-pelan dapat merebut kembali harta benda itu dari tangan mereka. Kalian juga melaporkan, bahwa mereka mengancam keselamatan hidup kalian. Maka, binalah putra-putri kalian untuk menjadi dokter, agar dapat membunuh orang-orang kristen secara rahasia. Mereka menghancurkan tempat-tempat ibadah kalian. Maka, didiklah putra-putri kalian menjadi pendeta, agar dapat menghancurkan gereja mereka dari dalam. Mereka menindas dengan melanggar hak dan nilai kemanusiaan. Maka, didiklah putra-putri kalian sebagai agen-agen propaganda dan penulis, agar bisa menelusup kedalam jajaran pemerintahan. Dengan demikian kalian bisa menundukkan orang kristen dengan cengkraman kuku-kuku kekuasaan internasional yang kalian kendalikan dari balik layar. Ini berarti pelampiasan dendam kesumat kalian terhadap mereka.”

Kemudian untuk mendapatkan tanah Palestina yang mereka yakini sebagai ‘Bumi Nenek Moyang’, banyak konspirasi-konspirasi yang dilakukan oleh Yahudi internasional seperti konspirasi dalam Revolusi Inggris, Revolusi Perancis, Revolusi Rusia, dan revolusi Jerman. Disamping itu konspirasi Yahudi yang dilakukan terhadap ummat Islam yang sama sekali tidak kita sadari adalah usaha mereka merobohkan sistem Khilafah dalam Islam, karena orang-orang Yahudi dan Nasrani sepakat bahwa beberapa perkara yang dapat menyatukan kaum muslimin di seluruh dunia. Antara lain : Khilafah, Ka’bah, masjid nabawi, dan jihad fi sabilillah.Oleh karena itu fokus mereka yang utama adalah menghancurkan khilafah, karena khilafah bagi kaum muslimin adalah ibarat menara api yang memberikan lentera penerangan di dalam gelap gulita, jika menara api dapat dihancurkan, maka umat muslim akan hidup dalam kegelapan jahiliyah.

Selama tiga abad berturut-turut, orang-orang Yahudi memusatkan perhatiannya kepada khilafah Islam. Mereka mencari jalan bagaimana cara meruntuhkannya. Khususnya dalam dekade 25 tahun terakhir dari abad 19. Kemudian pada masa 25 tahun pertama dari abad 20, upaya mengahncurkan itu mencapai klimaksnya. Mereka membuat perencanaan dan langkah-langkah guna meruntuhkan khilafah ‘Utsmaniyah dan menyingkirkan Sultan Abdul Hamid yang memegang tampuk kekuasaan sejak tahun 1876 M hingga 1909 M. Dalam usahanya menyingkirkan Sultan Abdul Hamid, Hertz (Orang Yahudi pendiri gerakan Masonisme Internasional) mendatangi Sultan Abdul Hamid dan menawarkan empat hal kepada Sultan. Yakni pada tahun 1902 :

Kami akan memberikan 150 juta dinar emas ke kantong pribadi tuan.

Kami akan menutup sebagian besar hutang Daulah Utsmaniyah

Kami akan membantu membangun armada laut.

Kami akan membangun untuk tuan universitas Daulah Utsmaniyah yang besar. Dan mereka mengisyaratkan pembangunan universitas itu di negeri Palestina.

Tawaran itu mereka ajukan kepada Sultan Abdul Hamid sebagai imbalan jika Sultan memperbolehkan orang-orang Yahudi untuk berhijrah ke Palestina. Namun apa jawaban Sultan kepada Hertzl :

“Sesungguhnya andaikata tubuhku disayat-sayat dengan pisau atau salah satu anggota badanku dipotong, maka itu lebih aku sukai daripada aku perkenankan kalian tinggal di bumi Palestina yang merupakan negeri kaum muslimin. Sesungguhnya negeri Palestina telah direbut dengan pengorbanan darah. Dan sekali-kali bumi itu tidak akan dapat dirampas dari mereka melainkan dengan pertumpahan darah. Dan sungguh Allah telah memuliakanku sehingga dapat berkhidmat kepada agama Islam selama tiga puluh tahun. Dan aku tidak akan mencoreng sejarah para leluhurku dengan aib ini”.

Kemudian Sultan mengatakan :

“Simpanlah uangmu itu hai Hertzl. Jika Abdul Hamid telah mati, maka kalian akan mendapatkan negeri Palestina dengan dengan cuma-cuma”.

Setelah mengalami kegagalan membujuk Sultan Abdul Hamid dengan tawaran-tawaran manisnya, Hertz pergi ke Italia bersama Corsow. Corsow adalah seorang pengacara Yahudi yang berasal dari Donma. Orang Yahudi Donma banyak yang masuk Islam dengan maksud menghancurkan khilafah dengan nama Islam secara lahir. Sampai di Italia Hertz mengirim telegram kepada Sultan Hamid : “ Anda harus membayar harga pertemuan itu dengan harta dan jiwa anda”.

Dari sejak kegagalan itu seluruh dunia menunjukkan sikap permusuhan kepada Sultan Abdul Hamid. Mereka berupaya membunuhnya. Merekan datang dengan sebuah mobil yang penuh berisi bahan peledak dan meletakkan bahan peledak itu disamping mimbar tempat Abdul Hamid melakukan shalat. Mimbar tersebut meledak dan mengakibatkan kematian banyak orang yang sedang shalat. Namun Allah menyelamatkan nyawa Sultan Abdul Hamid.

Setelah rencana itu gagal, maka mereka mengganti dengan rencana lain. Mereka membeli satu persatu orang-orang yang berada disekitar Sultan Hamid. Siaran-siaran diprogram sedemikian rupa untuk menimbulkan rasa anti kepada pribadi Sultan. Jika Pers orang orang barat berbicara maka pers-pers di Kairo harus menyuarakannya seperti itu juga.

Para ulama Islam harus bicara, para mentri-mentri harus bicara sesuai dengan skenario mereka. Dan akhirnya para pemimpin muslim menuduh bahwa Abdul Hamid adalah seorang Mujrim (orang yang berdosa), bahwa ia adalah orang diktator, bahwa ia adalah Sultan Merah (penumpah darah), bahwa ia adalah seorang yang buas…. Dan seterusnya. Mereka semua termakan oleh tipu daya orang Yahudi. Akhirnya Sultan Abdul Hamid ditahan pada tanggal 27 April 1909 M. di kota Salonika. Kemuadian Yahudi memasukkan oarng-orangnya kedalam pemerintahan Turki, diantaranya adalah Mustafa Kamal Ataturk.

Setelah konspirasi Yahudi berhasil mencapai tujuannya di Jerman melalui orangnya Roza Luxumburg, sasaran berikutnya ditujukan kepada bumi Palestina. Mereka mengincar Palestina sebagai impian lama yang kini hampir diambang pintu. Bangsa Yahudi memilih Palestina bukan karena tambang yang dihasilkan dari laut mati bernilai 3 milyar dolar, bukan pula karena cadangan minyak yang ada di Plestina diperkirakan melebihi yang ada di Amerika Utara dan Selatan, tetapi pertama karena mereka berpegang pada ajaran Taurat, dan kedua karena Palestina adalah titik pusat yang paling vital bagi kekuatan dunia, dan merupakan pusat setrategis kemiliteran yang bisa dijadikan tonggak untuk menguasai dunia. Hal ini dapat dimaklumi karena Palestina adalah pusat terpenting wilayah timur tengah dan timur dekat. Secara geografis Palestina merupakan jalur penghubung antara tiga benua, yaitu Afrika, Eropa dan Asia.

Berikut ini perogram kerja yang akan dijadikan landasan bagi pelaksanaannya. Mereka mengeluarkan deklarasi Belfour tahun 1917 yang telah mengikat inggris, Prancis dan Amerika serikat untuk mendukung berdirinya sebuah negara nasional bagi bangsa Yahudi di bumi Palestina. Untuk melaksanakan hal itu Jendral Allenby langsung diberi instruksi untuk memukul mundur pasukan Turki Ustmani keluar dari wilayah timur tengah dan menduduki Yerusalem. Penguasa Inggris sengaja merahasiakan deklarasi Balfour selama masa opersi militernya, dengan dukungan pasukan Arab nasional, pengkhianat ummat dibawah bendera Syarif Hussen, Amir Makkah. Sedang para pemilik modal internasional pada saat opersi militer Inggris diwilayah Palestina masih berlangsung, telah mendesak pemerintah Inggris untuk menentukan perwakilan organisasi Zionisme di Palestina, dan menentukan anggota politisi zionis untuk menjadi anggota perwakilan itu. Tuntutan itu diajukan kepada penguasa militer Inggris di Palestina, Jendral Crayton, dan segera di kabulkan pada bulan maret 1918. Setelah banyaknaya politisi-politisi Yahudi memasuki Palestina sejak itu banyak terjadi perundingan-perundingan yang banyak merugikan palestina. Sampai akhirnya mereka mendeklarasikan berdirinya negara Israel pada tanggal 15 Mei 1948.

C. Perkembangan Bangsa Yahudi

Orang yahudi selalu memindahkan pusat kepemimpinan rahasianya dan pusat kegiatannya dari satu negeri yang kuat ke negeri lain yang lebih kuat, yaitu dari Prancis ke Inggris dan sekarang ke Amerika, sesuai dengan perkembangan negeri-negeri tersebut dan pengaruhnya terhadap berbagai peristiwa internasional. Bangsa Amerika sebenarnya tidak mau menerima kehadiran imigran Yahudi itu. Namun kenyataan yang terjadi justru sebaliknya. Imigran Yahudi dari jenis yang paling buruk dari Mongolia telah membanjiri Amerika siang dan malam. Banyak agen Yahudi memalsukan paspor, dan identitas mereka. Para imigran yang datang ke New York mayoritas adalah orang yahudi yang menyamar sebagai imigran dari Polandia atau Rusia atau dari Irlandia. Para pemimpin Amerika bukan tidak tahu adanya bahaya yang ditimbulkan oleh membanjirnya imigran Yahudi itu. Seorang tokoh kemerdekaan Amerika Benjamin Franklin, ketika membuat rancangan undang-undang Amerika Serikat tahun 1789, menulis pernyataan sebagai berikut :

“Disana ada bahaya besar yang mengancam Amerika. Bahaya itu adalah orang-orang Yahudi. Di bumi manapun Yahudi itu berdiam, mereka selalu menurunkan tingkat nilai kejujuran dalam dunia komersial. Mereka hidup mengisolasi diri, dan berusaha mencekik leher keuangan penduduk pribumi, seperti yang terjadi di Portugal dan Spanyol.

Sejak lebih dari 1700 tahun, orang Yahudi mengeluhkan nasib yang mereka alami, karena mereka telah terusir dari bumi pertiwi. Perlu diketahui wahai saudara sekalian, seandainya dunia berbudaya sekarang memberi mereka tanah Palestina, mereka akan segera mencari alasan untuk tidak kembali kesana. Mengapa ? karena mereka tidak lain adalah binatang Vampir (hantu yang mengisap darah manusia). Dan seekor vampir tidak akan bisa hidup bersama dengan vampir lain. Orang Yahudi itu tidak bisa hidup bersama mereka sendiri. Mereka harus hidup bersama orang Kristen atau bangsa-bangsa yang bukan golongan mereka.

Jika orang Yahudi tidak disingkirkan dari Amerika dengan kekuatan undang-undang, maka dalam masa 100 tahun mendatang mereka akan menguasai dan menghancurkan kita dengan mengganti bentuk pemerintahan yang telah kita perjuangkan dengan pengorbanan darah, hidup, harta, dan kemerdekaan pribadi kita. Seandainya orang Yahudi itu tidak diusir dari Amerika dalam waktu 200 tahun mendatang, anak cucu kita nati akan bekerja diladang-ladang untuk memberi makan kepada orang-orang Yahudi itu. Sementara itu, orang Yahudi itu akan menghitung-hitung uang dengan tangan mereka di berbagai perusahaan keuangan.

Aku ingatkan Anda sekalian. Kalau Anda tidak menyingkirkan Yahudi dari Amerika untuk selamanya, maka anak cucu dan cicit kalian akan memanggil-manggil nama kalian dari liang kubur kelak. Pikiran yang ada di benak orang Yahudi tidak seperti yang ada pada orang Amerika. Meskipun mereka hidup bersama kita selama beberapa generasi, mereka tidak akan berubah, sebagaimana macan tutul tidak dapat mengubah warna tutul kulitnya. Mereka akan menghapus institusi kita. Oleh karena itu, mereka harus disingkirkan dengan kekuatan konstitusi.”

Meskipun sudah sering diusahakan oleh tokoh Amerika untuk menentang bahaya keberadaan Yahudi di negeri itu, tapi orang Yahudi dengan berbagai cara akhirnya mampu menguasai Amerika, dan bahkan bisa mempengaruhi Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Bahkan seperti yang kita saksikan sekarang, setiap calon presiden Amerika harus lebih dulu berlomba menyatakan dukungan terhadap bangsa Yahudi, sebelum ia memenangkan pemilihan presiden. Maka tidaklah berlebih-lebihan kalau kita mengatakan, bahwa Amerika adalah anak Israel, bukan sebaliknya. Perdana mentri Israellah yang menentuakan kemenangan bagi seorang calon presiden Amerika. Oleh sebab itu setiap calon presiden Amerika harus tekun mengikuti perkembangan yang terjadi di Israel, dan perkembangan yang ditulis oleh para penasihat Yahudi. Padahal, mayoritas warga Amerika lebih membenci orang Yahudi daripada warga kulit hitam. Yahudi di Amerika adalah golongan yang menentukan opini publik. Merekalah yang menguasai media massa, dan dengan itu mereka terus berusaha memasyarakatkan berbagai jenis kebejatan moral dan penyalahgunaan obat bius, agar cengkraman Yahudi terhadap rakyat Amerika terus bertambah kuat.

Selanjutnya, komunisme adalah super power kedua didunia ini, yang diciptakan oleh seorang Yahudi bernama Karl Mark, tidaklah mengherankan kalau Komite Sentral Partai Komunis Uni Sovyet (sekarang Rusia) dikuasai oleh orang-orang Yahudi. Dan perlu dicatat, bahwa negara kedua yang mengakui berdirinya negara Yahudi Israel di Palestina adalah Uni Sovyet. Bahkan negara itu menyatakan kesediaanya untuk melakukan intervensi militer demi melindungi Israel bila perlu. Meskipun perkembangan terakhir dalam sikap politik Rusia terhadap Israel nampak ada perubahan, namun kenyataannya Rusia tetap melindungi Israel. Rusia selalu menentang gagasan pembicaraan tentang Israel, dengan memainkan peranan apa yang disebut Politik Keseimbangan Kekuatan di wilayah itu. Perlu dicatat, seorang Yahudi bisa berbaju kapitalis atau komunis, atau sebagai warga Amerika atau Yugoslavia bahkan Arab sekalipun, namun ia tetap orang Yahudi, yang hidup karena Tilmud, sedang hidup Tilmud karena Yahudi.

One Response to “YAHUDI, Sejarah dan Perkembangannya”

  1. TEDDI MULYADI Says:

    terima kasih atas tulisan yang sangat berguna ini,….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: